Tampilkan postingan dengan label Berita Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Banten. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 September 2013

Sosok Pemimpin Idaman Kota Serang Tercinta, Adakah?

0 komentar

Oleh Arsanti Aradea (Kepala Departemen Kajian Strategis Aksi dan Advokasi KAMMI Untirta Kabinet Batu Bata Peradaban)

Kau dengarkan orang-orang yang menangis
Sebab hidupnya dipacu nafsu
Kau rasakan sakitnya orang-orang yang tertindas
Oleh derap sepatu pembangunan

Kau lihatlah pembantaian
Demi kekuasaan yang secuil
Kau tahukah alam yang kesakitan
Lalu apa yang akan kau suarakan
Apa kabar suata hati

Itualah dua bait lagu yang tak asing lagi yang sering kita dengar, musisi Iwan Fals dengan penuh syahdu membawakannya, yang berjudul “Suara Hati”. Tak ayal lagi bahwa suara hati merupakan instrument penting bagi seorang pemimpin. Suara hati yang lahir dari qalbu (hati) yang bersih. Yang berasal dari cahaya diatas cahaya. (QS. An-Nur:35). Berbicara seorang pemimpin, pemilukada merupakan salahsatu “rahim” untuk melahirkan Pemimpin yang diharapkan.

Lahirnya Undang-Undang No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang diikuti pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung  seakan menjadi suntikan baru bagi partisipasi politik masyarakat. Pemilihan kepala daerah langsung memberikan warna tersendiri dalam berdemokrasi di Indonesia dengan menyertakan rakyat secara langsung untuk menentukan pemimpinnya sendiri di tingkat lokal/daerah.  Euphoria pun dirasakan oleh masyarakat Kota Serang dimana perhelatan akbar Kota Serang sebentar lagi akan digelar. Bagaimana tidak karena pemilukada menjadi titik awal bagaimana roda pemerintahan berjalan nantinya, tentu ini sangat bergantung pada sosok pemimpinyang terpilih untuk periode 2013-2018 mendatang.

Pemilukada Kota Serang menguras dana sebesar 12 M dengan menyuguhkan lima calon walikota Serang. Tb. Chaerul Jaman-Sulhi Choir memperoleh nomor urut 1. Sementara Wahyudin Djahidi-Iif Fariudin nomor urut 2.Selanjutnya, Fadli-Purworubiono nomor urut 3, Agus-Harto nomor urut 4, dan Tb.Delly-Agus Wahyu Wardana memperoleh nomor urut 5. Genderang pesta rakyat berupa kampanye telah ditabuh pertengahan Agustus kemarin, masing-masing kandidat memamerkan kekuatannya. Namun yang terpenting sebenarnya bukan itu, bagaimana mereka memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
Kota Serang yakni ibu kota provinsi Banten tentu memikul beban berat yang lebih dari kota-kota lainnya yang ada di Provinsi Banten, bagaimana kemudian Kota Serang bisa menjadi Kota percontohan yang baik. Dengan segudang permasalahannya, Kota Serang butuh pemimpin yang peka dan berkarakter dan harus menjadi pemimpin yang bisa diharapkan rakyatnya. Dia bukan sosok utopis yang kerap digambarkan secara mistis sebagai “ratu adil” atau “satriyo pingit” dan lain sebagainya. Ia adalah sosok riil yang hidup dan berkarya di tengah kehidupan masyarakat, yang merasakan detak persoalan keseharian di dalam kehidupan nyata. Bukan sosok yang dikirim di negeri dongeng.

Dia bukanlah sosok yang berada di menara gading yang tidak tersentuh oleh masyarakat, bahkan Al-Quran memberikan gambaran sosok kenabian adalah sosok yang dekat dan riil:

            Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (At-Taubah: 128)

Karena pemimpin itu harus ditaati dan dengan menaatinya berarti seorang muslim menjalankan perintah Allah danRasul-Nya, maka harus dipastikan bahwa ia layak dan pantas untuk ditaati dan membawa mereka pada kehidupan yang lebih baik.
Dari beberapa pendapat Imam Syafi’I, Imam Al-Mawardi, Imam An-Nawwi dapat kita pahami bahwa beberapa syarat yangharus dipenuhi pada seorang pemimpin yang wajib ditaati oleh kaum muslimin itu adalahsebagai berikut.
1.     Muslim
Syaratini mutlak untuk dipenuhi, karena maksud dari penyelenggaraan Negara dalam Islam adalah menegakkan syariat dan menebarkan dakwah agar manusia mentauhidkan Allah.

2.     Mukallaf
Karena berpolitik (memimpin) itu merupakan ibadah maka sebagaimana ibadah-ibadahlainnya, ia hanya diterima dari muslim yang mukallaf, yaitu muslim yang sudahdapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum, baik dalam konteks ibadah vertikalkepada Allah maupun dalam konteks bermuamalah.

3.     Merdeka
Dalam konteks ini, merdeka secara hukum, politik, sosial atau ekonomi. Ia tidak menjadi budak bagi pihak lain. Sebab jika ini terjadi maka ia tidak akan bekerja untuk kepentingan rakyatnya tetapi untuk kepentingan dirinya sendiri, setelah terpilih mereka tidak dapat independen. Kebijakan-kebijakan banyak dipengaruhi oleh kepentingan para suporternya.

4.     Alim (berilmu)
Semua sepakat bahwa pemimpin itu harus berilmu, karena pemimpin dituntut untuk memberikan kebijakan dan solusi yang tepat atas problem yang dihadapi oleh masyarakatnya. Bila tidak berilmu, maka kebijakan-kebijakan yang ada nantinya hanya akan memberikan masalah baru dan kerusakan.

5.     Pemberani
Pemimpin yang  berani dan tegas dalam mengambil keputusan, berani melakukan tindakan, berani menanggung resiko, berani berkorban dan berani mempertanggungjawabkan keputusan dan pernyataannya. Pada saa titulah, terlahir kekuatan dahsyat yang dapat dijadikan sebagai modal untuk meraih kemenangan. Tentu sifat-sifat ini tidak bisa hadir kecuali jika ia dekat dengan Allah dan memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam terhadap permasalahan yang ada.

Tinggal menghitung hari, pesta rakyat itu akan dilaksanakan. Lalu adakah calon-calon diatas yang memenuhi kriteria tersebut? Atau minimal mendekati? Tersimpan harapan besar kami, rakyat jelata pada tuan-tuan yang akan memimpin nanti. Dimana tuan lebih mencintai kami, rakyatnya daripada diri Anda sendiri. 

Terakhir dalam tulisan ini saya ingin mengutip pidato politik yang disampaikan Abu Bakar As-Siddiq  setelah terpilih meneruskan  Rasulullah S.A.W

“ Wahai Sekalian manusia, aku telahdiangkat sebagai wali kalian padahal aku ini bukan yang terbaik bagi kalian. Untukitu, kalau aku berbuat baik maka bantulah aku, dan kalau aku kurang baik maka luruskanlah aku. Kejujuran itu adalah amanah, sedang dusta dalah khianat. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya tapi apabila aku maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada ketaatan bagiku atas kalian”                

"Selamat memilih, pilihlah yang terbaik dari yang terjelek" :D dipetik dari diskusi tadi pagi (Seorang Guru Politik Berkata)

**Tulisan ini tanpa tendensi apapun, jikalau ada maka tendensi yang dimaksud adalah rasa cinta penulis untuk Kota Serang. Selamat berpemilukada ria. :)

Wallahualam bishawab
                   




 


Continue reading >>

Minggu, 28 Juli 2013

Tamu dari Palestina

0 komentar
Kamis, 25 Juli 2013 menjadi sejarah baru untuk Untirta, kedatangan tamu dari Palestina. Imam besar masjidil Aqsa sekaligus mantan Rektor Gaza University, Sayikh Muhammad Mahmoud Sheyam. Menjadi luar biasa karena beliau dapat sharing bersama dengan civitas akademika Untirta dan orang-orang dilingkungan Untirta yang turut hadir pada acara Safari Ramdhan, yang diselenggarakan oleh Rumah Amal SNAB Untirta bersama dengan teman-teman KAMU (Keluarga Aktifis Muslim Untirta).

Syeikh Muhammad Mahmoud Sheyam, bersama pendamping
penerjemahnya, di Masjid SNAB Untirta.
Cukup banyak yang beliau bagi dan beliau sarankan untuk para pemuda di Untirta, yang beliau anggap sebagai anaknya sendiri, dengan kata "wahai anak-anakku sekalian". Beliau menghimbau, bahwasahnya walau Untirta bukanlah sekolah berbasis Islam, tetapi dengan terus berislam dan membangun juga mendukung pergerakan islam, maka Untirta akan bangkit maju dengan para pemudaya yang berkualitas.

Saat ada yang bertanya "Bagaimana menurut syaikh tentang anak Palestina yang luar biasa hebat?", dengan santai Syaikh Sheyam menjawab "mungkin karna mereka dalam kondisi tertekan, jadi mereka bisa menjadi anak yang kuat dan luar biasa." Dengan kata lain, beliau menganggap bahwa setiap anak memiliki potensi yang sama dan sesuai dengan sikonnya. Tapi pada kenyataannya, memang anak Palestina adalah anak yang luar biasa.

Beliau juga berkisah sedikit tentang sahabatnya, Syaikh Ahmad Yasin. Bahwa sebelum beliau sakit, sering sekali mereka bermain besama, sampai pada masanya  saat mereka bermain bersama, Syaikh Ahmad Yasin loncat dari ketinggian yang tak diduga-duga, akhirnya mengalami patah tulang dan menghabiskan masa hidupnya di kursi roda. Namun tak menggentarkan hatinya untuk terus belajar, malah lebih giat membaca buku dan membuat perubahan besar untuk islam. Subhanallah...

Terakhir, Syaihk Sheyam berpesan bahwa Untirta harus bisa lebih produktif dalam membangun bangsa, karena Untirta adalah miniaturnya Indonesia. Dan beliau berkata "semoga ini bukan pertemuan terakhir".
Semoga... :)

(hst/humas)
Continue reading >>

Rabu, 15 Mei 2013

JAMAN SEMAKIN SURAM (Evaluasi Kepemimpinan Haerul Jaman sebagai Walikota Serang Menjelang Satu Tahun Pra-Pilkada)

0 komentar

Sudah hampir Lima tahun kota Serang dipimpin Haerul Jaman, sudah hampir lima tahun pula rakyat kota Serang menanti kesejahteraan hidupnya. Haerul Jaman Sebagai walikota dialah yang bertanggungjawab atas arah pembangunan kota serang. Namun arah pembangunan kota Serang pun masih belum jelas entah mau dibawa kemana pembangunannya. Kebijakan yang dibuat hanya berdampak pada pusat-pusat kota. Sedangkan pingggiran kota tidak ada dampak yang signifikan dirasakan. Misalnya pengesahan pembangunan lima mall besar yang ada di pusat kota, sedangkan pasar tradisional Rau dan yang lainnya bagaikan tidak tersentuh dan seolah berjalan oleh sendirinya.

Kota Serang yakni ibu kota provinsi Banten yang mempunyai visi “Terwujudnya Landasan Kota Serang yang Global dan Berwawasan Lingkungan yang Madani” belum terasa pembangunannya, misalnya dalam isu strategis kebijakan kota Serang yang tertuang dalam RPJMD kota Serang, yakni diantaranya isu (Pendidikan, kesehatan, tata ruang kota, kesejahteraan masyarakat dan transportasi) masih masih jauh dari harapan. Tingkat pengangguran terbuka kota serang tahun 2012 yaitu 10,8 % atau sekitar 28 ribu, dari angkatan kerja kota serang sebanyak 263 ribu orang. melebihi kabupaten lebak 9.1 % dan pandeglang 9.3% menyumbang 10 % pengangguran banten yakni 10,13 % tertinggi se- Indonesia (BPS Banten).

Kemudian fenomena “salah urus” pun terjadi baik dari segi perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang, kota Serang dipaksa diurus dengan metode layaknya membangun sebuah kota, padahal secara psikologis kota Serang berkultur agraris, contohnya Walantaka dan Taktakan yang bergantung pada sektor agraris. Menurut data dari BPS Provinsi Banten, kota Serang adalah kota yang paling tidak nyaman untuk dihuni, biaya hidup pun paling tertinggi, kemiskinan menduduki posisi kedua tertinggi, angka kematian tertinggi mencapai 350, dan indeks korupsi kota Serang sudah mencapai anghka 0,4.

Angka harapan hidup kota Serang tahun 2011 yakni 65.47 tahun lebih rendah dibanding dengan kota Cilegon 68.62 tahun, atau diatas kabupaten induknya kabupaten Serang yang hanya 63.88 tahun. dibidang pendidikan rata-rata lama sekolah kota Serang pada tahun 2011 yakni hanya sampai 8.01 tahun belum sampai wajib 9 tahun. Dan untuk indeks pembangunan gender kota Serang yakni 61,34 dibawah standar Banten yakni 63,35. Dibidang yang lain tata kota yang semerawut, ketidak jelasan aset antara kota Serang dengan kabupaten induknya kabupaten Serang belum juga terselaikan.

Jaman makin suram

Haerul jaman sebagai walikota Serang seharusnya segera mecari solusi dari masalah strategis amanat rakyat dalam RPJMD yang belum terselesaikan, akan tetapi Jaman terlalu suram, justru walikota sibuk-sibuknya membuat kebijakan politik populis modernis yang melambungkan namanya guna mempersiapkan dirinya untuk mencalonkan kembali sebagai calon incumbent. Spanduk-spanduk bergambar walikota Serang terpampang hampir di setiap sudut kota dari mulai ucapat selamat hingga seruan seruan. Tidak masalah jika walikota menggunakan uang pribadinya. Tapi merupakan masalah besar jika uang yang dipakai adalah uang APBD. Hal ini menciderai hati nurani rakyat kota Serang, hak yang seharusnya di dapatkan malah dirampas dan dijadikan hanya untuk kepentingan politik sang penguasa.

KAMMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ) Komisariat Untirta bersikap dan menuntut 2 hal:
Hentikan kebijakan politik yang tidak pro rakyat dan merugikan rakyat kota Serang
Segera tuntaskan yang menjadi hak dasar rakyat kota Serang (Pendidikan, Kesehatan, Tata ruang kota, kesejahteraan masyarakat dan transportasi)

#AkhiriHaerulJaman #SaveKotaSerang

Sumber data :
Laporan Pembangunan Manusia Kota Tangerang 2012
BPS Provinsi Banten 2012

Oleh : Departemen Kastrad KAMMI Untirta 1213
Continue reading >>

Minggu, 10 Februari 2013

Simpan Narkoba, Ketua KNPI Kota Serang Ditangkap

0 komentar
TEMPO.COSerang - Direktorat Reserse dan Narkoba Kepolisian Daerah Banten menangkap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Serang Sonny Pawitan, 32 tahun. Alasannya, Sonny menyimpan dua kilogram ganja, 2,36 gram sabu-sabu dan alat penghisap sabu-sabu.

Kepala Sub Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Banten Ajun Komisaris Besar Jeri Marpaung mengatakan Sonny ditangkap bersama rekannya berinisial AW, 34 tahun, pada Kamis 7 Februari 2013 sekitar 15.30 WIB di rumah Sonny di Jalan Jayadiningrat, NO.14, Lingkungan Kaujon, Kelurahan Serang, Kota Serang.

Polisi juga menggeledah rumah SN untuk mencari barang bukti lainya. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan 4 paket ganja ukuran sedang dengan berat 330 gram, dua paket sabu-sabu dengan berat 2,33 gram yang ada di dalam kamar Sony. Kedua tersangka itu dikenakan pasal 111 ayat 2 subsider pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara," kata Jerry Marpaung, Jumat, 8 Februari 2013.

Sony menuturkan pelaku mendapatkan barang tersebut dari CM, yang masih buron. "Menurut kedua tersangka barang itu milik seseorang yang berinisial CM, kami masing mengembangkannya," katanya.

Saat ekspos, kedua tersangka tidak dihadirkan dengan alasan sakit. Menurutnya, pemeriksaan terhadap dua tersangka itu belum bisa dilanjutkan karena keduanya sedang sakit. "Saat penyidikan keduanya sakit dan sedang mendapatkan perawatan di rutan Polda Banten. Jadi kami tidak bisa paksakan," katanya.

Jerry mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi akan ada transaksi narkoba di rumah tersebut. Menerima informasi itu, tim dari Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Banten langsung melakukan pengintaian di lokasi. 


(tempo/wu.)
Continue reading >>

Kamis, 31 Januari 2013

FILOSOFI BATU BATA PERADABAN

0 komentar




A.    Prolog: Manusia Dan Peradaban
Bismilahirrahmanirrahim...

وَتِلْكَ اْلأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِيْنَ (آل عمران : 140)
“Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (QS Ali Imran : 140)

Laksana aliran air, detak dan detik aliran waktu akan terus berjalan tanpa mampu dihentikan oleh siapapun, terkecuali atas kuasa dari Sang Pencipta, Alloh SWT. Sejak Nabi Adam AS turun dari Syurga ke bumi, semenjak itu pulalah peradaban manusia dimulai.
Dengan terbantahnya teori abiogenesis ala Aristoteles dan Teori Evolusi dari Charles Darwin, bak seorang bayi, peradaban manusia juga dimulai dari hal yang sangat sederhana. Bagaimana manusia harus mencukupi kebutuhan hidupnya, memperbanyak keturunan dan bersosialisasi, dari kelompok-kelompok nomaden, manusia mulai hidup menetap. Dari hidup menetap, manusia membangun pedesaan, lalu membangun kota, sampai memperluas wilayah kekuasaan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan hawa nafsunya.
Peradaban yang melekat erat dengan peristiwa jalan panjangnya manusia adalah dinamika yang mewarnai bagaimana khalifah-khalifah dibumi Alloh mewariskan amanat sebagai keturunan Nabi Adam.
Peradaban besar yang pernah lahir dimuka bumi pernah dicatat dalam sejarah.
Bangsa-bangsa legendaris yang terkenal dengan kebesaran dimasa mereka masing-masing, seperti bangsa Sparta yang mengaku keturunan dari Dewa Hercules, bangsa Lumeria, Peradaban Mesopotamia ditepi sungai Eufrat dan Tigris, di Asia dan Eropa. Bangsa Inca dan Maya yang yang menghiasi benua Amerika, hingga peradaban misterius seperti Atlantis bila memang itu benar adanya.
Lalu kita pernah mengenal banyak imperium besar yang pernah disaksikan dunia. Tengok kisah Alexander dari Macedonia, yang kekuasaannya membentang dari Eropa, Afrika, hingga India. Pernah juga manusia mengenal Imperium Romawi yang menguasai Eropa, Afrika dan sebagian Asia kecil selama hampir 700 tahun. Beranjak ke Asia, dinasti Qin pernah menguasai hampir seluruh daratan China. Lalu kisah epik dari seorang Panglima Mahapatih Gadjah Mada yang dengan ‘Sumpah Palapa’ yang dia ikrakan menjadikan Majapahit di Trowulan Mojokerto menjadi salah satu imperium besar yang pernah dimiliki Asia.  Selayaknya, manusia dan peradaban tidak akan pernah terpisahkan.

B.     Kenapa BATU BATA PERADABAN
Batu bata. Sekilas bila terdengar ditelinga, mungkin yang terlintas adalah suatu bahan material yang menjadi salah satu elemen penting dalam membuat sebuah bangunan. Namun adakah kita mengetahui cara atau proses pembuatan batu ini?
Proses pembuatan batu bata apabila kita kaitkan dengan falsafah hidup manusia secara proses dan tujuan manusia hidup dalam dakwah, maka proses pembuatan batu bata mengandung makna filosofis yang amat dalam. Maka simak bagaimana batu bata ini dibuat yang kita kaitkan dengan jalan dakwah yang menjadi kewajiban bagi manusia:

1.      Filosofi Tanah
 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Albaqarah: 30)

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah : 7)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk“. (QS. Al Hijr: 26)

Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan Alloh SWT dari segumpal tanah, yang kemudian Dia hembuskan ruh kedalam jasad. Pun dengan Batu Bata. Tanah liat bukan sembarang tanah liat. Hanya tanah liat pilihan yang bisa dicetak untuk menjadi batu bata.
Jalan dakwah adalah jalan yang istimewa, seolah selektif, tidak semua individu diberikan kesempatan oleh Alloh SWT  untuk menikmati, bahkan mencicipi jalan yang panjang dan penuh dengan rintangan ini.

2.      Filosofi Seleksi
Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (QS Ali Imran: 146)

Dakwah adalah sebuah jalan yang istimewa. Tidak semua orang yang beruntung tersadarkan hatinya untuk menjadi bagian dalam jalan ini. Dakwah sebagai jalan yang menuntut berbagai macam pengorbanan, keikhlasan bukanlah jalan yang mudah. Jiwa, raga, harta, air mata, bahkan darah kadang harus tertumpah demi jalan ini.
Sebagaimana karakteristiknya, dakwah merupakan amalan panjang yang penuh hambatan dan rintangan. Perjalanan dakwah bukanlah perjalanan yang bertabur bunga dan penuh penghargaan. Justru sebaliknya, dakwah adalah jihad dan pengorbanan seseorang. Segala bentuk pengorbanan dituntut dari seorang yang ingin berdakwah, mulai dari waktu, harta dan jiwa.
Semuanya menjadi konsekwensi yang harus diberikan saat seseorang telah menyatakan dirinya siap untuk berdakwah di jalan Allah SWT. Dakwah jauh lebih penting ketimbang diri si pendakwah itu sendiri. Tegak serta berdirinya hukum-hukum Allah dan izzatul muslim atau harga diri ummat Islam merupakan orientasi mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Lalu katikan dengan proses pembuatan batu bata. Seperti yang tertulis diatas, tanah liat yang digunakan untuk membuat batu bata tidak sembarangan. Pengrajin harus memilih tanah liat yang baik dan pantas digunakan untuk batu bata. Inilah seleksi tahap pertama. Dari sekian juta kubik tanah liat, hanya sekian kubik yang bisa dicetak. Selayaknya manusia, dari milyaran manusia dimuka bumi, tidaklah sampai setengahnya diberi kesempatan masuk untuk dibina atau dicetak untuk mengarungi jalan dakwah.
Lalu seleksi tahap kedua adalah, ketika batu bata sudah dimasukan kedalam cetakkan, maka proses selanjutnya adalah penjemuran. Panas matahari adalah ujian. Dalam proses ini tidak sedikit batu bata dalam cetakkan pecah dan tidak mengeras dengan baik karena panas matahari. Lalu setelah seharian dijemur, maka proses selanjutnya adalah pembakaran. Batubata-batubata yang telak terbentuk dalam cetakkan wajib dibakar, agar warnanya memerah dan semakin padat. Namun sekali lagi, dalam proses pembakaran ini, batubata-batubata yang tidak tahan dalam panasnya api akan hancur dan pecah. Inilah seleksi tahap ketiga.
Demikian juga dengan jalan dakwah, onak dan duri sebagai ujian, sebagai ajang seleksi, apakah manusia kuat dalam mengarungi jalan ini atau tidak.  Ujian demi ujian akan Alloh SWT berikan kepada hambaNya, siapa yang ikhlas  berjuang, untuk mengetahui ketahanan dan keimanan hamba.
Alloh SWT berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut : 2 – 3)

3.      Filosofi Ukhuwah
Dan yang terakhir adalah ketika batubata-batubata telah jadi dan siap digunakan untuk membangun sebuah bangunan. Batubata-batubata yang telah jadi dikirim kepada pembeli disuatu tempat. Biasanya menggunakan mobil bak terbuka atau truk.
Perjalanan panjang, tak selamanya jalan yang dilalui si mobil mulus. Ada jalan naik turun, jalan yang berlubang, berkelok-kelok dan sebagainya, membuat batubata-batubata dalam bak goyah. Ikatan tali yang kurang keras akan membuat sebagian batubata jatuh ditengah jalan, sehingga tertinggal dari batubata-batubata yang lain yang terus melaju.
Salah satu karakteristik dakwah adalah bersifat tu’ul zaman atau sepanjang zaman. Tak jarang ditengah jalan karena ikatan ukhuwah yang kurang, atau sudah tak kuat lagi dengan berbagai ujian dan terlalu lelah mengarungi jalan ini, kembali para kader-kader dakwah berguguran.
Disinilah selain pentingnya ukhuwah. Dalam dakwah, apalagi dalam jama’ah, ukhuwah menjadi sebuah elemen penting. Kekuatan sentral yang menentukan keberhasilan dakwah atau tidak. Perjalanan yang panjang nan melelahkan fungsi ukhuwah sebagai ajang untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, saling berbagi suka dan duka.
Apabila ada saudara yang lelah, futur, bahkan kecewa, sebagai saudara yang selayaknya saling mencintai karena Alloh selayaknya kita kembali merangkul mereka. Kembali menguatkan mereka, kembali meyakinkan mereka bahwa sakit, lelah bahkan kecewa adalah sunatullah dalam dakwah. Pegang erat kembali tangannya, untuk kembali melangkah bersama.
Alloh SWT berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ }الحجرات
"Sesungguhnya mukmin itu bersaudara" (Surah al-Hujuraat:ayat 10)

4.      Filosofi Keikhlasan
Batubata-batubata yang telah sampai ketempat pembuatan bangunan akan segera disusun. Pekerja, satu demi satu menyusun bangunan tersebut dengan batubata sebagai fondasi utama untuk menyokong agar bangunan itu kuat dan kokoh. Lalu terbentuklah sebuah bangunan.
Namun apakah pekerjaan sudah selesai? Tentu saja belum. Untuk menghias dan memperindah bangunan, maka bangunan itu tentu harus dicat dengan warna yang indah. Namun bukankah dengan ditutupi semen untuk kemudian dicat, maka batubata-batubata tersebut jadi tertutupi dan tidak terlihat?  Tetapi batubata-batubata tersebut tetap diam. Demi membuat bangunan itu terlihat indah, maka mereka ikhlas diri mereka tidak terlihat.
Begitulah seharusnya kader-kader dakwah. Kerja keras, perjuangan, dan segala kelelahan bukanlah semata-mata untuk mencari pujian atau dipandang hebat oleh sesama manusia, namun hanya untuk mencari ridho Alloh. Dakwah ini diperlukan keikhlasan. Andai saja batubata tersebut tidak mau ditutupi, atau ada sebagian batubata yang ingin dilihat oleh manusia bahwa dirinyalah yang paling berperan membuat bangunan tersebut kokoh, maka akankah bangunan tersebut terlihat indah?
“Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162)
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran ini kepadamu (wahai Muhammad) dengan membawa kebenaran; oleh itu hendaklah engkau menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat dan bawaanmu kepadaNya.” (Az-Zumar: Ayat 2)

Bila bangunan yang dibangun dari batubata-batubata yang terbuat dari proses yang demikian panjang itu kita analogikan sebagai sebuah peradaban islam dan kader-kader dakwah adalah batubatanya, maka dapat kita ambil kesimpulan, bahwa hanya batubata-batubata pilihan yang dapat menjadi sebuah bangunan yang kokoh.
Kader dakwah yang melalui berbagai ujian, rintangan yang menghadang dalam dakwah. Kader-kader yang sudah merasakan pahit, manis, suka, duka. Lelah, futur, kecewa. Mereka yang telah mengorbankan segalanya untuk dakwah, sebagai mahar menuju syurga. Mereka yang telah menjual diri mereka kepada Alloh, agar Alloh memberikan syurga untuk mereka. Mereka itulah batubata yang mampu menjadi fondasi utama dalam sebuah bangunan peradaban.
Bangunan Peradaban Kejayaan Islam, yang dibentuk dari berbagai macam karakteristik kader, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan mereka, mereka berjamaah, saling mencintai karena Alloh SWT. Kesamaan visi, misi mereka, kesamaan langkah, detak jantung dan denyut nadi yang senada seirama. Individu-individu yang berbeda inilah yang sekarang atas izin Alloh, berkumpul bersama dalam sebuah jama’ah yang membawa sebuah misi mulia dan cita-cita besar untuk kebangkitan islam.
Batubata-batubata peradaban baru, Arruhul jadid, yang kini berhimpun bersama dalam sebuah barisan indah bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Untirta, dalam kabinet BATU BATA PERADABAN.
Maka dunia, sambutlah kami. Biar kami torehkan sebuah tinta emas yang kelak akan dikenang dunia. Biar jejak-jejak kami terukir dibumi Alloh, dan meninggalkan cerita yang kelak akan dikenang oleh junior-junior kami hingga bertahun-tahun mendatang.


Sabtu, 26 Januari 2013
Ketua Umum KAMMI Untirta 12-13
Kabinet Batu Bata Peradaban
-Kahfi Yunus
Continue reading >>

Selasa, 22 Januari 2013

KAMMI Peduli

0 komentar

Rabu (16/1) KAMMI Komisariat Untirta beserta KAMMI se-Serang bersama-sama ke kampung Binuang daerah Kab. Serang Banten yang terisolir diakibatkan akses jalan yang digenangi banjir. Bantuan sangat diharapkan oleh warga sekitar.

Saat kami tiba di lokasi, kami di sambut dengan bahagia dan ceria. Semua berduyun berkumpul untk menerima bantuan tersebut. Mi instan dan makanan lainnya yang datang langsung di sajikan (diseduh/ dimasak). Kondisi yang miris ini sepatutnya menjadi pendobrak semangat kita untuk terus peduli dengan keadaan mereka. Masih banyak yang mereka butuhkan salah satunya adalah obat-obatan dan layanan kesehatan gratis. Anak-anak yang mulai terserang penyakit seperti penyakit kulit (gatal-gatal, alergi), dan penyakit pasca banjir lainnya.


Harapannya kedepan, KAMMI Komisariat Untirta dan lainnya bisa terus membantu mereka, dengan terus bersemangat dan mengadakan pelayanan kesehatan gratis atau lainnya yang dapat meningkatkan kestabilan daerah yang terkena banjir tersebut.

(Red: Dept. Humas KAMMI Kom.Untirta 1213)
Continue reading >>

Sabtu, 19 Januari 2013

Bantenku, Banjir

0 komentar


 “Telah nampak kerusakan di daratan dan lautan disebabkan ulah tangan manusia; Alloh menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali. Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di muka bumi, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Alloh.” (QS 30, Ar-Ruum:41-42)

Beberapa hari belakangan ini, tepat pada tanggal kita menyaksikan bencana banjir melanda Banten kita.  Bencana banjir di Banten, merendam 44 kecamatan yang tersebar di lima kabupaten/kota. Sekitar 19.674 rumah yang dihuni oleh 61.689 jiwa terendam banjir. "Dari hari Senin (7/1/2013) tercatat sudah ada 44 kecamatan yang terendam banjir," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB, Jumat (11/1/2013).
Banjir terparah, terjadi di Kabupaten Pandeglang yang merendam 12 kecamatan. Sekitar 12.624 rumah terendam di kecamatan tersebut, disusul dengan Kabupaten Serang yang merendam 13 kecamatan. Di kabupaten tersebut, terdapat 4.210 rumah yang terendam banjir.
Data lainnya, di Kabupaten Lebak terdapat 11 kecamatan yang terendam banjir. Di kecamatan tersebut, terdapat 1.949 rumah warga yang terendam banjir luapan Bendung Pamarayan. Untuk Kabupaten Tangerang, 4 kecamatan dengan 891 rumah, sedangkan Kota Serang terendam banjir di satu kecamatan dengan 112 rumah.
Banjir juga merendam jalan tol Tangerang-Merak di kilometer 57-58. Kepala Divisi Hukum dan Humas Pemerintah Provinsi Banten Indah Permanasari mengatakan, status dari Sungai Ciujung masih Siaga Kuning (waspada) perjalanan air untuk sampai ke kawasan tol sekitar dua sampai tiga jam.

Tol Tangerang-Merak ditutup untuk semua kendaraan sejak Rabu (9/1) pukul 23.43 WIB. Jalan tol terendam banjir dampak luapan air Sungai Ciujung dengan ketinggian sekitar 110 cm.

Kita tentu berduka dengan bencana yang melanda Banten ini. Kita senantiasa berdoa kepada Alloh swt semoga bencana ini segera berakhir. Kita pun sedapat mungkin mesti memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah. Sungguh berat beban derita yang mereka alami. Guncangan kejiwaan dan kerugian harta benda yang besar pada mereka yang tertimpa musibah.

Ulah Tangan Manusia

Pada kondisi ini, sebagai seorang yang beriman, kita sepatutnya melakukan kontemplasi dan perenungan. Keyakinan kita mengatakan bahwa Alloh swt telah meletakkan neraca keseimbangan di alam ini. Karenanya kita pun diperintahkan untuk menegakkan kesetimbangan dan jangan melabrak kesetimbangan itu (QS.Ar-Rahmaan:7-9).

Pada surat ar-Ruum ayat ke-41, Alloh swt mengangkat masalah kerusakan lingkungan hidup baik di daratan ataupun di lautan dan mengaitkannya dengan ulah tangah manusia. Ulah tangan manusia ini dapat ditafsirkan pada perilaku tidak sadar lingkungan dan tidak profesional dalam mengembang amanah. Ini dapat terjadi mulai dari skala sikap individu hingga sikap pemerintah dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang diambil tidak memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan tidak optimal melindungi masyarakat dari resiko bencana.

Pada skala individu orientasi kehidupan yang materialistis membuat pengambilan keputusan yang ingin memperoleh keuntungan pribadi, tanpa menghiraukan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Sikap ini membuat seseorang sembarangan membuang sampah. Sikap ini juga dapat mewujud dalam bisnis yang tidak mengindahkan faktor lingkungan atau amdal. Sikap-sikap individual ini akan semakin merusak ketika bekerja dalam skala kolektif dan ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah yang tidak sadar lingkungan dan korup.

Jadi ungkapan Alloh swt tentang akibat ulah tangan manusia mesti kita tafsirkan sebagai akumulasi berbagai sikap manusia yang tidak sadar lingkungan hingga ambisi bisnis yang tidak terkendali. Ulah tangan manusia juga berarti berbagai kebijakan pemerintah yang mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup dan kelengahan pemerintah untuk melindungi segenap masyarakat dari resiko bencana. Alam ini mencari keseimbangan yang saat ini tengah dilanggar manusia.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Parmin, di Serang, Banten, Rabu (18/1/2012), mengatakan, curah hujan ekstrem merupakan penyebab banjir yang melanda Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Serang, beberapa hari terakhir.
”Curah hujan disebut ekstrem kalau dalam sehari mencapai lebih dari 50 milimeter (mm). Tanggal 13 Januari lalu curah hujan di beberapa wilayah Banten tergolong ekstrem,”
Di Kabupaten Pandeglang, curah hujan di wilayah Kota Pandeglang tercatat 59 mm, Menes 61 mm, Cibaliung 67 mm, dan Munjul 110 mm. Di wilayah Lebak, curah hujan di Leuwidamar terdata 172 mm, Rangkasbitung 110 mm, Sampang Peundeuy 120 mm, Situ Cimarga 108 mm, dan Cilaki 136 mm.
Terlewatinya kemampuan sungai menampung debit air di atasnya adalah cerminan terlabraknya batas life support system atau batas daya dukung lingkungan untuk menopang kehidupan manusia. Pada surat ar-Ruum:41, diungkapkan ”agar manusia merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka”. Demikianlah, manusia memiliki kecenderungan lalai dengan kekeliruan yang mereka lakukan, sampai mereka merasakan bencana. Bencana banjir yang tejadi di berbagai tempat saat ini memang diakibatkan curah hujan yang lebih tinggi daripada rata-rata. Akan tetapi di balik bencana banjir yang terjadi, kita dapat mengukur kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Derita akibat kerusakan lingkungan ini pun Alloh firmankan hanya sebagian dari kerusakan yang mungkin lebih besar.

Minim Bantuan

Ratusan rumah di kampung Koper Masjid, Desa Koper, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan minimnya bantuan yang diberikan. Bantuan beras 2 liter per rumah yang didapatkan pun sulit untuk dimasak karena peralatan dapur mereka rusak terendam air.

Selain makanan, warga juga sangat membutuhkan pakaian layak pakai, bahan-bahan makanan dan air bersih untuk minum dan mandi.

Akibat minimnya bantuan itu, para korban banjir mulai meminta-minta kepada pengendara yang melintas di jalan Tol Tanggerang-Merak, tepatnya di kilometer 47 dan juga Jalan Raya Serang-Jakarta.

"Kami sudah hampir 3 hari terendam air sampai 1 meter tapi dari pemerintah tidak memberikan bantuan sama sekali kecuali beras 2 liter, karena itu kita terpaksa meminta-minta di pinggir jalan tol," ujar Winarta salah satu warga yang rumahnya ikut terendam.

Winarta juga mengaku iri dengan warga Desa Koper Eretan yang selalu mendapatkan bantuan karena letaknya di pinggir jalan tol. "Berbeda dengan desa kami yang jaraknya 1 km dari pinggir tol yang tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah."

Saat ini, lanjut dia, kondisi kampung Koper Masjid terisolir dan membutuhkan makanan siap santap serta air bersih untuk keperluan sehari-hari. "Jika malam tidak ada penerangan karena arus listrik di daerah tersebut dipadamkan," ujar Winarta.

Warga pun mempertanyakan kenapa banjir dan longsor sudah berlangsung dua hari silam, gubernur baru mengunjungi mereka.  Namun saat dimintai klarifikasi gubernur Ratu Atut Chosiyah mengatakan “bahkan tidak tahu kalau pada saat kejadian jam 04.00 shubuh saya juga ke lapangan, tetapi kan tidak perlu semua diinformasikan” Atut juga berjanji akan ada solusi jangka panjang dan jangka pendek. Atut mengatakan solusi jangka panjang bagi warga yaitu berupa pembangunan waduk namun baru akan terealisasi pada tahun 2017.

Semoga saja bahwa apa yang dijanjikan itu tidak sekedar janji, tapi dapat direalisasikan karena banjir ini bukan pertama kali terjadi, tetapi juga sudah kerap terjadi seperti tercatat pada tahun 2011. Musim penghujan memang kondisi alam yang tidak bisa dihindarkan setiap tahunnya, dan disinilah peran pemerintah agar dapat mengantisipasi musim penghujan agar tidak sampai menyebabkan banjir yang dapat merugikan masyarakat. Bukan lagi saling lempar salah siapa, tapi harus cari solusi bagaimana agar tidak terulang lagi.

Solidaritas

Pepatah mengatakan bahwa "bersatu kita teguh bercerai kita runtuh". Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan seluruh aset dan potensi Umat Islam melainkan dengan menerjemahkan arti persaudaraan dan solidaritas secara benar, lalu diwujudkan dalam interaksi sosial dan prilaku kehidupan, Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasallam telah memberi gambaran kepada kita secara jelas tentang potret persaudaraan . Beliau bersabda:

"Orang mukmin bagi orang mukmin lainnya seperti bangunan, satu sama lain saling menguatkan". Dan Rasulullah SAW menjalike jari-jarinya. (Muttafaq alaih).

Dan beliau Salallahu alaihi wasallam juga bersabda:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling cinta, saling belas kasihnya dan saling perhatiannya laksanan badan jika salah satu anggota ada yang sakit, maka yang lainnya merasa mengeluh dan panas".(Muttafaqun alaih).

Tentu, banjir Banten ini bukan lagi milik mereka yang merasakannya tapi juga milik aku, kamu bahkan kita semua. Musibah ini bisa semakin memdekatkan dan mempererat tali persaudaraan umat manusia. Kita bisa melihatnya dengan banyaknya bantuan yang diberikan pada mereka yang sedang tertimpa bencana alam. Bukan hanya berupa bantuan secara materi, tapi bantuan lain yang lebih bersifat moriil. Kita semua bersatu bahu membahu untuk saling membantu. Siapapun dia, dari mana asalnya, apa agamanya, sukunya, semua saling membantu tanpa melihat perbedaan, dan hanya melihat satu kesamaan, yaitu tempat tinggal kita semua adalah Banten, tanah air kita adalah Indonesia.

Sedikit kontlempasi bagi kita semua khususnya untuk seorang pemimpin.

"leiden is lijden"
memimpin adalah menderita

memimpin adalah menderita
bersiap tidur sekejapan saja, kerut-kerut di kepala, dan mempersilahkan wajahmu cepat menua.. tak apa toh, karena itu tarbiyah-Nya agar kita cepat dewasa.

memimpin adalah menderita
bersiap menjadi yang paling pertama menanggung segala resiko kausa
angguk dan gelengmu menentukan segala..
paling cepat ceria ketika yang lain putus asa,
paling cepat serius kembali ketika yang lain terlalu berleha
ia
menyembunyikan kuat-kuat emosi-nafsu-rasa
yang bertentangan dengan syari'ah-Nya.


seperti Rosululloh yang membersamai sahabat
menghancurkan batu ketika Perang Khandaq,
atau paling pertama mencukur rambut pasca Hudaibiyah
atau.. menahan perutnya dengan batu
demi mempertahankan zuhudnya.

jika kau benar-benar memimpin dengan garis-garis-Nya
dan cinta sepenuh jiwa
maka memimpin adalah menderita
menderita di dunia saja
karena ada janji-Nya
berupa bahagia di taman-Nya
dan
lenyap sudah semua derita..

Mempersiapkan jawaban terbaik, agar ketika kelak Alloh menyidang kita di yaumil hisab, kita tak tergeragap. mengupayakan agar tak sedikitpun kesedihan muncul nanti, karena lalainya kita terhadap amanah-Nya.

Tangerang, 13 Januari 2013.
Kepala Departemen Kastrad KAMMI Untirta 1213
Arsanti Aradea


Continue reading >>
 

KAMMI Komisariat Untirta - Copyright  © 2012 All Rights Reserved | Design by OS Templates Converted and modified into Blogger Template by BTDesigner | Back to TOP